Mengasingkan Orang Hebat

Siapa yang tidak mengenal sosok tersebut? sosok manusia yang dapat membawa perubahan pada perkembangan sastra. Rasa berontaknya sangat tinggi, Beliau akan terus berkarya sampai tidak bisa berkarya lagi. Dalam setiap bukunya dia selalu menuliskan kalimat seperti ini “Salah satu sumbangan untuk negeriku”. Yap, betul sekali dia memang seseorang  yang sangat hebat. Hebat? sudah beberapa kali dia dinobatkan sebagai kandidat peraih nobel sastra. Mungkin beliaulah orang pertama dari negara tercinta kita ini, negera Indonesia  yang dapat menjadi kandidat peraih nobel sastra.  Hebat bukan. Ini merupakan salah satu anak bangsa, yang karya-karyanya memang harus terus kita apresiasikan. Siapa yang tidak berbangga hati jika dapat bertemu langsung dengan beliau, apalagi dapat melakukan diskusi secara intern dengan beliau.

Yang menjadi pertanyaan sampai sekarang ini yaitu berkenaan dengan tetralogi “Rumah Kaca”. Karya tersebut lahir dari tangan beliau saat beliau diasingkan di pulau Buru. Siapa yang mengasingkan? Yap, betul sekali, yang mengasingkan orang hebat tersebut ialah bangsa kita sendiri. Saat pemerintahan orde baru sedang berjalan dengan mulus-mulusnya, berbagai bentuk karya mempunyai batasan (karya dalam berbagai bidang, tidak hanya pada karya seni), sebab ditakutkan karya tersebut merupakan propaganda untuk meruntuhkan era orde baru. Apaun yang ditakutkan sudah pasti terjadi, hal ini dibuktikan dengan adanya “Reformasi” yang merubah negara ini menjadi negara demokrasi yang sebenarnya. Mengapa pemerintahan orde baru mengasingkan Pramoedya Ananta Toer? karena pada zaman itu sedang marak-maraknya penghilangan napak tilas PKI (Partai Komunis Indonesia). Pramoedya Ananta Toer dituduh oleh pemerintah sebagai bagian dari PKI. Apa yang dilakukan pemerintah terhadap Pram? setelah beliau diasingkan ke pulau Buru, seluruh karyanya dibakar habis. Mereka (pemerintah) pada saat itu apa tidak berfikir bahwa sebuah karya ialah jiwa atau bagian dari jiwa yang tercurahkan. Apa memang ini yang dinamakan sebuah negara akan maju? tetapi nyatanya sampai sekarang negara tercinta ini masih tetap berada dalam kategori dan tampaknya enggan beranjak jauh yaitu “Negara Berkembang”.

Berkaca dari kejadian yang dialami Pramoedya Ananta Toer, siapa yang patut disalahkan? apa pemerintahan pada zaman tersebut? masyarakat? ataukah Pramoedya sendiri yang saat itu sebagai tertuduh? memang kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, tetapi kita dapat menjadikan hal yang buruk menjadi baik, dan menjadikan hal yang baik menjadi lebih baik.

Hidup sastra Indonesia, hidup Indonesia!!!!!

Leave a Reply