Pengenalan awal yang dilaksanakan oleh para sastrawan, yaitu membuat sebuah gemparan yang dibuat secara sengaja maupun tidak sengaja. Dalam artian proses menciptakan hal itu dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat. Misalkan saat pemunculan novel “Larung” karya Ayu Utami, mengapa namanya langsung mewabah di masyarakat? Novel “Larung” karya Ayu Utami merupakan jawara novel Dewan Kesenia Jakarta, dan disebut-sebut novel tersebut merupakan sebuah novel yang sangat mengisyaratkan kefeminisan. Saat seminar yang diadakan di Surabaya (Cinta dalam Perspektif Sastra, di Unesa tahun 2007) saya langsung dapat bertemu dengan Ayu Utami, meskipun saat itu saya hanya sebagai peserta seminar. Seminar yang diadakan sebagai salah acara dalam memperingati Bulan Bahasa. Saat itu Ayu Utami ditemani Seno Gumirah Adjidarma. Keduanya memang terkenal sebagai sastrawan yang cukup mempunyai ciri khas pada setiap karya yang dibuatnya.
Berdasarkan isu-isu yang dibuat (entah dari mana datangnya) nama Ayu Utami semakin mewabah di masyarakat. Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh Ayu Utami sendiri dalam menunjukkan eksistensialismenya sebagai seorang manusia?
Perkenalan yang cukup menggemparkan pasti akan membawa dampak yang sangat besar untuk si-subjeknya. Tetapi perkenalan yang menggemparkan tidak selalu membawa kesenangan (kesuksesan) tetapi juga dapat membawa sebuah keterpurukan. Hal ini semua bergantung pada teknik-teknik yang digunakan.
Filed under: 1 | Tagged: ingin muncul









